Perbedaan Barang Antik Dengan Artefak

Sebuah barang kuno yang ada di masa lampau dan telah ada sejak masa lampau merupakan sebuah barang yang dapat dikatakan antik. Tidak sedikit orang mengatakan bahwa barang antik dan artefak merupakan sebuah barng kuno yang serupa dan sama-sama memiliki nilai antik bagi pengamat. Nah, kali ini kami akan membahas seputar pengertian apa itu barang antik, dan apa itu artefak. Sehingga akan membuat kalin mengerti dengan bebrbagai penjelasan pengertian yang akan kami beritahu di bawah ini. 

Pengertian Barang Antik

Barang antik merupakan benda menarik yang sudah berusia tua seperti mebel, senjata, barang seni, hingga perabotan rumah tangga. Tidak terdapat sebuah sebuah defini9si umum yang dapat diterima meluas seberapa antik sebuah barang, tetapi barang yang berusia lebih dari ratusan tahun lamanya disebut antik. Di negara Amerika Serikat, UU Cukai Smooth-Hawley 1930 mendefinisikan sebuah barang antik sebagai karya seni (kecuali permadani atau karpet yang terbuat setelah tahun 1700), koleksi dalam ilutrasi kemajuan seni, karya dari perunggu, pualam, terakota, parian, tembikar, atau porselin, benda antik artistik dan objek karakter ornamen maupun nilai pendidikan yang diproduksi sebelum tahun 1830.

Barang antik dapat dijual dengan dan dari kolektor. Secara tradisional, kolektor dan orang kaya yang membeloi barang antik, tetapi di negara industri, barang antik dapat menarik di penyimpanan rakyat. Contoh barang antik, tetapi di negara industri, barang antik sangat menarik di penyimpanan rakyat. Contoh barang antik sendiri ialah berupa piring antik pecah seribu, nampan antik dan pajangan kuno, dan masih banyak lagi.

Pengertian Artefak

Artefak atau “artifact” merupakan benda arkeologi atau peninggalan benda bersejarah, yaitu semua benda yang dibuat dan dimodifikasi oleh mnusia yang dapat dipindahkan. Contoh artefak ialah alat-alat batu, logam dan tulang, gerabah, prasasti lempeng dan kertas, senjata-senjata logam (anak panah, mat panah, dan lainnya), terracotta dan tanduk binatang. Barang bersejarah ini sangat penting untuk diletakkan di museum sehingga semua orang dapat melihat dan mempelajarinya.

Artefak dalam sebuah arkeologi mengandung pengertian benda (atau bahan alam) yang jelas dibuat oleh (tangan) manusia atau jelas menampakkan (observable) adanya jejak-jejak buatan manusia padanya (bukan benda alamiah semata) melalui teknologi pengurangan maupun teknologi penambahan pada benda alam tersebut. Ciri penting dalam sebuah konsep artefak adalah bahwa benda ini dapat bergerak atau dapat dipindahkan (movable) oleh tangan manusia dengan mudah (relatif) tanpa merusak atau menghancurkan bentuknya. Jenis-jenis artefak dikelompokkan menurut jamannya, yaitu zaman Paleolitikum, Zaman Mesolithikum, Zaman Logam, dan Zaman Megalithikum.

Zaman Paleolitikum biasanya jenis artefaknya berupa alat-alat yang fungsinya sebagai pelindung diri seperti ditemukannya kapak genggam atau kapak perimbas di Ngandong Jawa Timur. Zaman Mesolithikum, penemuan artefak berupa seperti kapak genggam, juga penggiling, dan tulang. Sedangkan untuk Zaman Logam, jenis artefak yang ditemukan berbentuk perhiasaan yang terbuat dari bahan emas, perunggu, serta besi. Dan Zaman Megalithikum, penginggalannya berupa menhir, dolmen, sarchopagus, atau keranda dan arca arca.

Contoh artefak yang ada di Indonesia ialah kapak genggam, pisau berbahan tulang, artefak anak panaha, dan masih banyak lagi.

Nah itu dia pengertian lengkap sebuah barang antik dan jenis contohnya. Melalui beberapa penjelasan yang kami bagikan di atas ini, semoga dapat memberi pengertian yang mudah ditangkap kaliaan untuk menambah wawasan mengenai perbedaan barang antik dengan artefak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *